PEKANBARU – Lonjakan harga avtur mulai menimbulkan efek berantai di sektor perjalanan. Tidak hanya tiket pesawat, kenaikan ini juga berpotensi mendorong naiknya harga paket wisata hingga biaya perjalanan ibadah umrah dari Pekanbaru.
Avtur merupakan bahan bakar khusus untuk pesawat bermesin jet atau turbin gas yang berasal dari fraksi minyak tanah (kerosin) dengan standar kualitas tinggi. Kenaikan harga avtur otomatis meningkatkan biaya operasional maskapai yang pada akhirnya dibebankan kepada penumpang.
Ketua DPD Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Riau, Harpina Diansari, menilai kondisi ini memaksa pelaku industri perjalanan untuk segera beradaptasi.
“Jika hal ini terus berlangsung, tentu akan berdampak pada sektor pariwisata,” ujar CEO Aras Hijrah Holidays saat ditemui di Pekanbaru, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, tekanan di industri semakin terasa setelah munculnya keluhan masyarakat terkait pembatalan dan penjadwalan ulang penerbangan oleh sejumlah maskapai dalam beberapa waktu terakhir.
Menghadapi situasi tersebut, agen perjalanan mulai menyusun strategi alternatif dengan mengalihkan fokus ke destinasi yang lebih stabil dan minim gangguan.
“Destinasi regional seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, dan China masih menjadi pilihan yang aman bagi wisatawan,” jelasnya.
Tak hanya sektor wisata, dampak kenaikan avtur juga mulai merembet ke perjalanan ibadah. Harpina menyebut biaya umrah berpotensi ikut melonjak, terutama pada komponen tiket penerbangan.
“Hal ini bisa terjadi jika harga avtur terus naik. Kenaikan biaya operasional pasti akan dibebankan ke harga tiket,” sebutnya.
Ia juga memperkirakan tren kenaikan harga tiket belum akan mereda dalam waktu dekat.
“Paling tidak hingga pertengahan tahun ini harga tiket akan terus beranjak naik, kecuali jika konflik mereda dan harga BBM kembali turun,” ungkapnya.
Sementara itu, pemerintah telah menyesuaikan harga avtur mengikuti perkembangan pasar global. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebutkan bahwa per 1 April 2026 harga avtur di Bandara Soekarno-Hatta berada di kisaran Rp23.551 per liter.
Kenaikan harga avtur juga terjadi di sejumlah negara seperti Thailand dan Filipina, yang semakin menambah tekanan terhadap industri penerbangan global. (Ari)







